Faktor Penyebab Anak Autisme

Cukup banyak penelitian-penelitian yang dilakukan oleh pemerintah maupun swasta untuk memberikan perhatian kepada anak-anak yang mengalami Autis. Beberapa hasil penelitian menyatakan bahwa autisme disebabkan oleh reaksi dari vaksinasi, dan kemungkinan lain bahwa bibit autisme telah ada sebelum bayi lahir ataupun sebelum dilakukannya vaksinasi. Selain itu, bisa juga adanya faktor tingkat “stress” ibu yang sedang mengandung, pola dan kebiasaan dalam mengkonsumsi makan yang tidak sehat serta cara-cara mengasuh anak yang kurang tepat.

Ada juga yang menyatakan autisme mempunyai penyebab neurobiologist yang sangat kompleks. Gangguan neurobiologist ini dapat disebabkan oleh interaksi faktor genetik dan lingkungan seperti pengaruh negatif selama masa perkembangan otak. Faktor yang menyebabkan pengaruh negatif selama masa perkembangan otak, antara lain: penyakit infeksi yang mengenai susunan saraf pusat, trauma, keracunan logam berat dan zat kimia lain baik selama masa dalam kandungan maupun setelah dilahirkan, gangguan imunologis, gangguan absorpsi protein tertentu akibat kelainan di usus.

Seiring dengan penelitian yang semakin maju saat ini, muncul pendapat yang menyatakan bahwa autisme kemungkinan disebabkan faktor lingkungan ketimbang genetika. Setelah melakukan studi terhadap sepasang anak kembar yang salah satunya menyandang autisme, sejumlah peneliti menarik hipotesis kalau autisme tidak didominasi oleh faktor genetis saja. Faktor lingkungan mungkin memainkan peranan lebih berarti dalam pembentukan kondisi autistik seseorang. Studi tentang hal ini dilakukan oleh institusi California Autism Twins Study, tersebut dilaporkan pada jurnal Archives of General Psychiatry.

Melihat beberapa studi mengenai autisme pada anak-anak, menyatakan bahwa ada kemungkinan sebesar 14 persen anak-anak autisme akan memiliki saudara yang menyandang autisme juga. Namun peneliti mencermati bahwa studi-studi itu merupakan gambaran pada anak kembar identik yang berasal dari satu telur.

Untuk melakukan analisis final peneliti memasukkan sampel 54 pasang kembar identik dan 138 pasang kembar non-identik yang 80 di antaranya kembar campuran, laki-laki dan perempuan. Analisis ini mengindikasikan lebih dari separuh  risiko penyebab autisme dapat dijelaskan dari faktor lingkungan, dan kurang dari 40 persen baru disebabkan oleh faktor keturunan atau genetika.

Dari pengujian tersebut, peneliti Joachim Hallmayer dari Stanford University menyatakan bahwa "Hasil menunjukkan faktor lingkungan bertanggung jawab dalam 55 persen faktor pengaruh autisme". Lebih lanjut, menurut beliau, hipotesis bergantung pada metode-metode penelitian yang lain untuk memperkuat perkiraannya. Pada perhitungan terakhir, kasus autisme pada anak terjadi pada 40 dari setiap 1000 anak.

Dari beberapa hasil penelitian tersebut di atas, semoga dapat memberikan pengetahuan bagi semua orang tua dalam melakukan pencegahan maupun penanganan bagi anak-anak yang mengalami autisme. Semoga bermanfaat. Smile (jf).

Referensi: science daily, nationalgeographic, infoibu.com,

Artikel Lainnya di Blog Ini, Silahkan Baca :

2 komentar:

Rahmi Imanda mengatakan...

postingan yang menarik, kami juga punya artikel terkait 'Anak Autisme' silahkan buka link ini
http://repository.gunadarma.ac.id/bitstream/123456789/3521/1/Jurnal%20penerimaan%20orang%20tua%20pada%20anak%20MR.1_2.pdf
semoga bermanfaat ya

Jeff is Jefferson mengatakan...

@Rahmi Imanda: Terima kasih Mbak atas info tambahannya. Semoga dapat menjadi referensi bagi saya dan yang lainnya.

Terima kasih juga atas kunjungan dan komentarnya. Sukses selalu ya :D